Tuesday, January 10, 2017

Ditanya Ahok soal Tawa Warga Pulau Seribu, Saksi: Gubernur Datang





Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah melakukan penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Bantahan ini dikaitkan Ahok dengan kondisi warga yang tetap tenang usai Ahok berpidato.

Keadaan warga Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu ini yang ditanyakan Ahok kepada saksi pelapor yang hadir dalam persidangan, Muhammad Burhanuddin. Sebab di persidangan Burhanuddin yang berprofesi sebagai pengacara menyebut Ahok melakukan penistaan agama.

"Menurut Anda, kenapa warga Kepulauan Seribu malah ketawa-tawa dan foto-foto sama saya setelah acara itu?" tanya Ahok di dalam sidang di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

"Ya kan karena gubernurnya datang," jawab Burhanuddin.

Sebelumnya, pengacara Ahok juga menanyakan tentang pernyataan Ahok mengenai Al Maidah ayat 51. Burhanuddin menyebut dalam pernyataan Ahok tidak disebutkan siapa yang bohong dan siapa yang dibohongi.

"Siapa yang dibohongi? Ada disebut terdakwa siapa yang bohong dan siapa yang dibohongi?" tanya pengacara Ahok.

"Tidak ada disebutkan. Hanya menyebutkan dibohongi pakai Al Maidah 51. Tidak ada," jawab Burhanuddin.

Namun Burhanuddin beranggapan bahwa orang yang bohong menggunakan Al Maidah adalah mubalig atau ulama. "Menurut saya yang biasa sampaikan ayat-ayat Alquran kan mubalig atau ulama. Itu perspektif saya. Tidak ada disebut langsung," ucap Burhanuddin.

Atas pernyataan Burhanuddin itu, Ahok merasa keberatan. Dia mengatakan apa yang dimaksudnya dengan siapa yang memakai Al Maidah ayat 51 untuk membohongi umat ketika gelaran pemilihan kepala daerah bukanlah mubalig.

"Saya tidak terima kalau dibilang dalam buku saya yang dimaksud orang-orang itu adalah mubalig. Saya itu pidato di depan mereka sedang merayu mereka agar mau ikut program Pemprov. Nah karena saya lihat mereka itu takut ini program jalan tapi mereka harus pilih saya maka saya yakinkan mereka tidak harus pilih saya. Yang penting ikutin programnya Pemprov, klau ada yang anggap mereka diam dan ketawa-ketawa karena dapat bantuan itu juga salah, mereka itu tolak. Tidak mau terima karena anggap ini harus pilih saya. Maka saya yakinkan kalau dalam hati tidak mau pilih saya juga karena Al Maidah ya nggak apa-apa," kata Ahok ketika menanggapi kesaksian Burhanuddin.

No comments:

Post a Comment