Friday, March 31, 2017

Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara

Ketua Yayasan SMU Taruna Nusantara (TN) Mayjen (Purn) Puguh Santoso mengaku prihatin dengan peristiwa tewasnya salah satu siswanya Kresna Wahyu Nurachmad. Puguh menyebut relasi antara pamong dengan siswa, dan siswa junior dan senior, di sekolahnya kondusif.


"TN lagi dalam puncak prestasi, kedua ini aset bangsa yang menjadi kita prihatin ini sangat kondusif hubungan antara pamong, senior dan junior," kata Puguh saat berbincang, Jumat (31/3/2017) malam.

Puguh menyebut sejak berdiri pada 1993, kasus tewasnya siswa di lingkungan sekolah Taruna Nusantara baru terjadi kali ini. "Sejak 1993 baru kali ini terjadi," ucapnya.
Dia menambahkan pengawasan di sekolahnya cukup ketat, siswa selalu diawasi oleh pamong dan petugas piket selama berada di lingkungan sekolah. Sehingga dia menyebut peristiwa tewasnya Kresna atau yang akrab disapa Eno itu di luar nalar logika.

"Sebenarnya sudah ada sistem, prosedur yang dilakukan hanya memang ada nalar di luar logika lebih nanti akan kita evaluasi seperti apa. Ini seolah-olah kita benar-benar apa ya, dan protap pengamananpun sudah berjalan," sesal Puguh.

Puguh menjelaskan pukul 23.00 WIB pamong di asrama tempat Eno tinggal masih berada di lokasi. Tak hanya itu jarak antara kasur siswa satu dengan yang lain jaraknya berdekatan namun tak ada yang mengetahui peristiwa itu.

"Sebenarnya dari informasi langsung pukul 23.00 WIB itu kan pamongnya masih di situ, apalagi itu menjelang subuh sudah ke masjid, jadi keharusan anak-anak pergi ke masjid, saat itulah diketahui, dan tempat tidur atas-bawah kenapa anak yang tidur di atas tidak ngerti. Ini yang jadi misteri," jelasnya.

Peristiwa ini, kata Puguh, jadi pembelajaran dan bahan evaluasinya. Apalagi siswa yang bersekolah di SMU TN berasal dari berbagai daerah dan dari latar belakang yang berbeda.

"Kita lagi menunggu hasil penyelidikan teman-teman kepolisian, hasil itu menjadi evaluasi seperti apa. Ini kan proses pendidikan kan nggak boleh terpenggal. Ini juga sebarannya seluruh propinsi, jadi pembelajaran yang sangat strategis, kalau kondisi hidup sekarang tidak bisa tidak jadi bawa dampak sebelum masuk TN. Ini akan kita evaluasi seperti apa, mudah-mudahan teman polisi tidak terlalu lama bisa mengungkap di mana, sementara ini kami belum bsia berandai-andai," urai dia.

Sebelumnya diberitakan, siswa tersebut ditemukan tewas di Barak G-17 kamar 2-B kompleks SMA Taruna Nusantara. Seorang pengasuh menemukan korban saat membangunkan untuk salat subuh.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padakova mengatakan, dari kondisi korban siswa SMA Taruna yang tewas di barak itu, diketahui terdapat luka menganga di leher sebelah kiri. "Lukanya di leher sebelah kiri, luka robek. Diduga akibat benda tajam," kata Djarod

No comments:

Post a Comment