Alam lagi gak bersahabat dengan kita itulah lirik yang di bawahkan Ebit emang sesuai dengan kondisi saat ini, karena ahkir-ahkir ini banyak bencana di mana - mana baik banjir melanda di berbagai seluruh wilayah Indonesia.baik di karenakan faktor alam maupun manusianya sendiri.
untuk itu kita harus mencintai alam jangan sampai buang sampah sembarangan maupun menebang pohon liar seharusnya kita jaga lingkungan kita agar bencana tidak selalu datang disetiap tahun.
minggu ini saja ada berbagai bencana di wilayah daerah Ponorogo dan Nganjuk, Bencana Tanah longsor karena faktor alam dan sekarang saja tanah terus bergeser. Semoga tidak berlanjut dan segera selesai dan di temukan korban - korbanya.semoga kita selalu berdoa semoga bencana segera berahkir.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meninjau lokasi tanah longsor di Desa Dlopo Nganjuk. Wagub juga menyempatkan menemui keluarga korban longsor yang hilang.
"Kami turut berduka cita bagi keluarga korban bencana tanah longsor di Nganjuk ini," kata Saifullah Yusuf saat menemui korban di pos penampungan korban bencana longsor di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Senin (10/4/2017).
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini menemui Ny Sarina-istri dari korban Paidi. Serta orang tua dari korban lainnya, serta menemui orang tua korban dari adik dan kakak, Doni dan Bayu. Serta keluarga Dwi dan Kodri
Dalam pertemuan itu, keluarga korban tak mampu membendung air matanya, mengingat keluarganya ada yang menjadi korban longsor. Sarinah nampak tegar, sedangkan anak korban Emi Lestari menangis terseduh ketika wagub bersama warga berdoa yang dipimpin tokoh agama setempat.
Orang tua korban kakak-adik, terutama ibunya, Martini nampak sedih dan selalu berdoa sambil tak henti memutar tasbih di jemari tangannya.
Mereka pun menceritakan kejadian yang menimpa korban yang tertimbun longsoran tanah. Juga menceritakan pertemuan terakhir korban sebelum hilang tertimbun longsor.
Gus Ipul pun memberikan semangat kepada keluarga korban, atas musibah yang dialaminya. Bahkan ikut mendoakan korban bersama keluarga dan warga sekitar.
"Kami dari pemerintah, BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan elemen masyarakat lainnya, akan sekuat tenaga mencari dan mengevakuasi korban," tuturnya.
"Kami turut berduka cita bagi keluarga korban bencana tanah longsor di Nganjuk ini," kata Saifullah Yusuf saat menemui korban di pos penampungan korban bencana longsor di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Senin (10/4/2017).
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini menemui Ny Sarina-istri dari korban Paidi. Serta orang tua dari korban lainnya, serta menemui orang tua korban dari adik dan kakak, Doni dan Bayu. Serta keluarga Dwi dan Kodri
Dalam pertemuan itu, keluarga korban tak mampu membendung air matanya, mengingat keluarganya ada yang menjadi korban longsor. Sarinah nampak tegar, sedangkan anak korban Emi Lestari menangis terseduh ketika wagub bersama warga berdoa yang dipimpin tokoh agama setempat.
Orang tua korban kakak-adik, terutama ibunya, Martini nampak sedih dan selalu berdoa sambil tak henti memutar tasbih di jemari tangannya.
Mereka pun menceritakan kejadian yang menimpa korban yang tertimbun longsoran tanah. Juga menceritakan pertemuan terakhir korban sebelum hilang tertimbun longsor.
Gus Ipul pun memberikan semangat kepada keluarga korban, atas musibah yang dialaminya. Bahkan ikut mendoakan korban bersama keluarga dan warga sekitar.
"Kami dari pemerintah, BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan elemen masyarakat lainnya, akan sekuat tenaga mencari dan mengevakuasi korban," tuturnya.

No comments:
Post a Comment