Mamuju - Komitmen pejabat pusat dan daerah terhadap pendidikan
tak perlu diragukan lagi. Tapi faktanya, tidak semua sekolah mendapat
fasilitas memadai. Di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, ratusan siswa SMK
Negeri 1 Pasangkayu terpaksa harus belajar dengan cara melantai karena
tak punya meja dan kursi.
Belajar sambil melantai yang
dijalani para siswa SMK negeri 1 Pasangkayu sudah berlangsung sejak 2007
ketika sekolah tersebut mulai difungsikan. Ironisnya, bertahun-tahun
kemudian kursi dan meja tak kunjung tersedia. Siswa kelas II dan III
terkena dampaknya.
Seorang siswa, Yuliana mengatakan
belajar sambil melantai tidak mengurangi semangat mereka untuk mengikuti
pelajaran. Meski begitu para siswa kerap kehilangan konsentrasi karena
capek membungkuk berjam-jam.
Ketika siswa lelah duduk
sambil menunduk menulis, para siswa memilih cara lain yakni tengkurap
sambil terus mengikuti pelajaran. Siswa lainnya bersandar di dinding
kelas sambil menjulurkan kaki ke depan.
\\\"Kalau
menunduk berjam-jam menulis punggung cepat pegal. Kalau sudah lelah
konsentrasi hilang, tapi mau bagaimana lagi,\\\" katanya, Selasa
(27\/11\/2012).
Kepala SMKN 1 Pasangkayu I Made
Wiryasana mengatakan, kekurangan sekolah ini sudah dirasakan sejak
berdirinya sekolah ini. Namun hingga hingga tahun kelima, hal tersebut
masih terus terjadi. Dari 13 kelas, tiga di antaranya masih minim
fasilitas, terutama meja dan kursi.
\\\"Sekolah ini sudah sering dikunjungi DPRD dan pemerintah. Kami masih menunggu realisasi janji,\\\" kata I Made.
Untuk
bisa mendapatkan meja dan kursi, pengelola SMKN 1 Pasangkayu menyatakan
terus kordinasi dengan pihak pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olaraga. Hasilnya, SMKN 1 Pasangkayu dijanjikan akan
mendapatkan fasilitas tersebut akhir tahun 2012.

No comments:
Post a Comment